Minggu, 04 Desember 2011

Mimpi

Bila kau buka jendela untuk mendengar
Siapakah yang bercakap-cakap ditaman
Mereka sudah tak ada disana
Mereka terbang keseberang lautan bersama tiupan badai
Kota-kota mereka masih meninggalkan gema, tapi kau selalu gelisah setiap mendengarnya dan hanya bisa mengucapkan yang terpenggal lantas bergegas melupakannya
Kau bermimpi tentang kematian yang berulang-ulang
Tak terbayang petir, topan dan halilintar sudah menunggu
Kau mengira sudah terbangun ketika kau berjalan, tapi rumput sedang terbangun ketika kau berjalan di taman
masih menggigau dalam kehidupan yang mati, dalam mimpi kematian yang hidup berulang-ulang...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar