Minggu, 04 Desember 2011

Pujaan hati (I)

Lihatlah segumpal mendung kelabu
Mengambang diam membisu
Rona awan jingga kudekap penuh harapan
didalam relung hati yang paling dalam
Terbersit sejuta kerinduan
Merajut dalam sanubariku
Angin cinta menyapu kebisuan
Kelam menyelubungi sinar terang
Ku meraba dan ku mencari
Ku berteriak menyebut namamu
Ku harap dirimu hadir didepan mataku
Berukir senyum diwajahmu, hanya untukku
Namun, sejuta sesak yang kurasa
Memercik seribu luka
Menghempasku dalam takhta kebimbangan
Saat ku tahu, bayangmu menghilang
Sebelum sempatku menggapai...
Mengaku diri, segalanya hanyalah mimpi
Meski angin cinta masih enggan beranjak pergi
Disini aku, masih terpaku menantimu
Berbelenggu rindu dan mimpiku akan hari-hari bersamamu
Hingga mendung tak lagi mengharu biru
Pastikan kau tetap menjadi pujaanku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar