Memuat...

Kamis, 05 April 2012

Asplenium belangeri


  • Klasifikasi:
Regnum : Plantae
Devisio : Polypodiopsida
Sub kelas : Hymenophyllidae
Ordo : Aspidiales
Famili : Aspleniaceae
Genus : Asplenium
Spesies : Asplenium belangeri

  • Habitat:
Paku tamaga (Asplenium belangeri) tumbuh liar dan belum pernah dibudidayakan. Mempunyai bentuk yang menarik. Selain itu, pertumbuhannya cepat dan tidak memerlukan perawatan khusus. Tumbuhnya terbatas pada tempat-tempat berhawa sejuk. Kemungkinan dikembangkan sebagai tanaman hias di pegunungan cukup besar. Asplenium belangeri merupakan salah satu paku yang cukup menarik dan banyak dijumpai pada daerah dataran tinggi. Di jawa barat mudah dijumpai di sekitar gunung Gede, Pangrango dan gunung salak misalnya. Tumbuhnya bersama-sama jenis paku yang lain pada tebing-tebing atau di tepi-tepi aliran sungai dan selokan yang tempatnya agak terlindung. Tanah yang berbatu-batu atau tanah cadas yang ditutupi oleh lumut adalah tempat yang dia sukai. Orang-orang Sunda menyebutnya paku tamaga atau paku beunyeur.

  • Deskripsi.
Perawakannya kecil, rumpunnya agak banyak. Rimpangnya pendek dan tumbuhnya tegak. Tangkai daum bagian atas beralur. Kadang-kadang kadang-kadang terdapat bulu. Entalnya berwarna hijau yang panjangnya antara 15-30 cm. dan lebarnya 4-8 cm. terdapat 18-20 cm pasang daun yang letaknya mendatar. Helaian daun yang letaknya paling bawah ukurannya lebih besar. Semakin ke atas daun tersebut semakin mengecil. Ukuran yang besar mencapai 0.5-1 cm. helaian anak daun pertama bercabang dua. Daunnya agak berdaging dan warnanya agak hijau pucat. Sori terdapat dekat pangkal lekukan anak daun. Sori-sori itu bergeromboldan warnanya cokelat terang.


sumber:http://zaifbio.wordpress.com/2009/01/30/asplenium-belangeri/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar