Showing posts with label Puisi Cinta. Show all posts
Showing posts with label Puisi Cinta. Show all posts

Saturday, 26 May 2012

Pengakuan

Ku akui sekarang kalau aku memang tlah kalah
Kalah mengagung-agungkan semuanya
Kendati kenyataannya yang ada di baliknya
Cuma kebusukan belaka
Betapa ku benci....
Aku ingin menjauh dan tak ingin menjamah
Sejumput rasa yang pernah berkobar
Ingin ku tutup kedua mataku dari setiap bayangan
Hitam yang berkelebat menari-nari di hadapanku
Ingin ku kubur diri ini dalam-dalam karena
Aku tak ingin berharap lagi
Andai aku boleh jujur aku terlalu letih dalam petualangan ini
Ku akui sekarang kalau beban itu kian hari kian betumpuk
Sakit memang, tapi rasa sakit itu tidak pernah bisa ku buang
Benci dan dendam seolah telah mendarah daging di hatiku
Benci dan dendam pada semua orang yang telah menyakitiku......

Jika

Jika kau tak pernah tulus
Menganggapku benar-benar berarti
Aku mohon, menjauhlah dariku....
Meski aku begitu sangat
Menyimpan rasa padamu
Tapi bila kau tak pernah bisa untuk mengerti
Biar...biarlah aku menjauh sendiri
Aku letih dengan semua ini
Aku ingin mengakhiri
Karenanya aku tak ingin lagi di sakiti.....

Diary...

Ry, aku lagi sedih!
Aku bingung, pikiranku kacau...dan resah!
Di mulut aku berkata benci
Aku muak!
Aku jemu!
Tapi dihatiku? Berkata lain....!
Aku merasa tersiksa!!
Ry, kenapa kehadiran cinta selalu membuatku sakit?
Gak bisakah aku merasakan cinta dengan
Tanpa beban ataupun perasaan tersiksa...
Seolah-olahnya aku gak pantas untuk bisa mencinta dan di cinta
Kenapa kenangan manis itu hanya sesaat?
Kenapa kisah itu begitu cepat berlalu?
Kenapa aku selalu mengecap rasa pahit
Dari pada rasa manis?
Kenapa aku selalu lebih banyak merasakan tangis dari pada tawa dan senyum?
Dulu cintaku ku anggap sudah mati, Ry
Aku gak mau jatuh cinta lagi
Aku gak mau tersakiti lagi
Aku gak mau....!!
Tapi sekarang.....kenapa di hatiku muncul
Kembali benih-benih cinta itu
Meski aku harus kembali tersiksa...
Ry, aku cuma gadis bodoh
Yang terlalu mudah untuk di sakiti
Yang terlalu gampang untuk disia-siakan
Yang terlalu tulus untuk memberi
Dan yang terlalu naif untuk selalu mengerti
Aku ingin membencinya, Ry
Aku ingin menjauh darinya
Aku ingin melupakannya
Tapi...Aku gak bisa kehilangan dia
Aku begitu peduli padanya
Dan harus ku akui
Aku memang benar-benar bodoh, Ry....!!

Senyum

Kehidupan memang tak selalu indah
Banyak cerita yang seringkali terjadi dalam dua perbedaan
Ada senang, ada sedih
Ada tawa, ada tangis
Tapi dari segala cerita yang terjadi
Mengajarkan kita untuk mengerti
Apa itu arti sebuah kehidupan
Seperti layaknya roda yang berputar
Suka dan duka silih berganti
Dan hanya dengan tetap tersenyum
Kita coba tuk bangun sebuah ketegaran....

Angkuh

Dirimu yang tak pernah mengerti
Akan arti cinta
Maupun diriku, tak pernah mau tahu
Apa maunya cinta
Keangkuhan....
Antara kau dan aku, tlah menyiksa hidup
Kita sendiri, terutama hidupku
Kau dan aku......sama-sama angkuh
Mengapa kau datang
Jika hanya menambah luka
Luka yang kau gores dulu
Belum juga sembuh
Sudah kau taburi lagi dengan luka yang baru
Apa tak ada lagi yang bisa kau beri
Selain melukai dan menambah luka di hati
Apa diriku tak berarti
Walaupun cuma sedetik
Sehingga kau selalu buatku menderita
Dan bersedih hati
Kau tak ubahnya seperti duri
Yang selalu menyakiti
Tak beda dari api
Yang bisa membakar saat didekati
Entah apa labanya bagi dirimu
Tapi tak ada untungnya bagi diriku
Terkecuali rasa sakit
Sakit, untuk selalu bisa mengertimu....

Kisahku

Aku tidak tahu
Apakah ini takdir atau suratan tanganku
Ku seperti bermimpi
Menjalani roda kehidupan ini
Kadang hati ini lelah dan sakit
Karena begitu banyak air mata kesedihan
Yang kian hari kian menyesakkan dada
Yang kian hari kian menyiksaku
Ku berhayal hari-hari bahagia
Ku damba air mata terharu karena kebahagiaan
Tapi ku bukan punguk yang merindukan bulan
Pada kenyataannya hanya air mata yang bicara
Hari, bulan dan tahun telah terbang
Membawaku menuju masa dewasa
Hati selalu bertanya dimana kebahagiaan itu?
Dimanakah cintaku bertaut?
Dalam penantian yang panjang
Ku menunggu cinta dan kasih sayang
Ku hanya mampu berusaha
Sampai napas dan jantungku berhenti berdegup
Walau sampai kapanpun
Walau sampai mata ini tertutup untuk selamanya
Ku yakin yang maha kuasa telah menyiapkan
Sebuah rencana yang terbaik untukku!

Maaf

Sahabat, maafkan aku
Aku tlah salah memahami sikapmu
Aku tlah alpa mengartikan tatapanmu
Sgala hari yang kita lalui
Tlah melahirkan benih-benih rasa dihatiku
Sungguh, hal yang tak pernah aku sadari
Sahabat, kau yang selalu peduli dengarkan sedih dan dukaku
Ketika ku kesal dan bete
Kau yang selalu menghibur dengan sejuta banyolan dan candamu
Ketika ku murung dan diam membisu
Kau yang selalu masa bodoh dengan orang-orang yang menyakitiku
Ketika ku terhina dan terluka
Kau yang selalu membangkitkan rasa tegar dan semangatku
Ketika ku terjatuh dan menangis
Dan kau yang selalu membuatku merasa luluh
Ketika kau merengek manja tak bisa menyelesaikan seabrek-abrek masalahmu
Kau pula yang membuatku trenyuh dan iba
Ketika kau menumpahkan semua pedih dan sakitmu
Karena sikap dan tingkah laku orang-orang yang memandang naif padamu
Sungguh, kau seolah begitu mempercayaiku
Sahabat, maafkan aku
Tlah ku coba membunuh rasa ini
Sebab ku tak ingin menodai persahabatan
Tlah ku coba ingkari hati ini
Sebab ku tak ingin kau salah mengerti
Aku tahu kau mengasihiku
Aku tahu kau menyayangiku
Kasih dan sayang seorang sahabat sejati
Yang tak mungkin berubah hingga maut menjemput nanti
Sungguh, kini ku hanya bisa menyesali.....

Opera Tiga Hati

Sahabat....
Masih ingatkah kau ketika dulu kita masih bersama
Tersenyum manis dalam jabatan erat tangan
Dalam gelak tawa dan tangis yang kita lalui hari demi hari
Sungguh sebuah memori indah yang tak mungkin terlupa hadir dalam hidupku
Sahabat.....
Tak pernah ku mengerti kenapa lembaran putih bersih
Yang ku lewati bersamamu tiba-tiba harus berubah
Menjadi lembaran hitam bernoda
Tak ku pahami langit yang bersinar cerah berubah
Kelam terselaputi mendungnya mega yang tebal
Dan kita terlempar pada sebuah kegelapan tanpa setitik cahaya
Dalam sekejap kau dan aku tak bisa saling mengenali diri
Sahabat....
Sungguh, ku sesalkan kenapa semua itu harus terjadi
Hanya karena sebuah opera renjana
Tiga hati yang menghapus semua memori
Indah yang pernah kita lewati
Meski sakit, ku coba untuk dapat mengerti
Bahwa cinta memang tak pernah mengenal manusiawi
Cinta tidak hanya mampu meluluhlantakkan semua kekerasan hati
Tapi juga mampu membekukan kelembutan hati
Termasuk ikrar dan sumpah persahabatan sejati...
Sahabat....
Dalam perih dan pedihku, ku lamatkan sebaris doa untukmu
Semoga kau tersenyum menjalani hari-harimu
Yakinlah bahwa kau tetap yang terbaik bagiku
Bersama hembusan angin, ku bisikkan pelan
Episode ini usah pernah terulang lagi....

Friday, 25 May 2012

Cinta plantonis

Cintaku cinta plantonis
Yang ku tahu takkan tersambut
Yang ku sadari denganmu dan melangkah
Bersama meraih bunga kebahagiaan
di sepanjang perjalan cinta
Kau begitu jauh, teramat jauh....
Dari gapaian tanganku
Demikian jauhnya hingga aku hanya
Dapat terkesima melihat sosokmu
Tanpa bisa berbuat apa-apa
Citaku memang plantonis
Yang ingin ku nikmati sendiri
Tanpa kata-kata muluk
Yang akan selalu mengalir dalam darahku
Tahukah kau diriku
Takluk dalam pesonamu

Honey...

Aku tak tahu apa yang harus ku katakan padamu
Ketika kau bertanya padaku kenapa aku terlihat aneh di mtamu
Aku seperti berubah menjadi orang yang paling asing bagimu
Dan kau merasa aku tak ingin lagi menjadi sahabatmu
Honey.....
Andai saja kau tahu
Bukan aku tak ingin lagi menjadi sahabatmu
Tapi Karena aku tak pantas untuk itu
Sebab, tlah ku nodai persahabatan ini
Dengan kehadiran cinta di hatiku
Honey...
Aku ingin kau mengerti
Betapa aku tak bisa membunuh rasa ini
Betapa aku tak bisa kehilanganmu
Maafkan jika kini ku harus memilih
Menjauh darimu adalah jalan yang terbaik untukku.....

Galau

Cinta itu tak dapat ku mengerti
Hadirnya pun selalu tak terduga
Kadang saat kita sedih
Kadang bersembunyi di balik luka hati
Aku pun tak perah mengerti
Apakah keinginan hati ini
Saat ingin mencintai, dia berlari pergi
Saat benci untuk di cintai, dia hadir bersama sejuta mimpi
Kapan aku bisa mengerti....

Cinta yang bodoh

Cinta memang adalah anugerah
Tapi mencintai orang yang tak mengerti dirinya di cintai
Tidakkah itu sebuah kebodohan?
Bukankah itu sia-sia?
Manusia di ciptakan memang karena cinta
Tanpa cinta manusia tidak akan bisa hidup
Tapi kehadiran cinta seringkali menyiksa manusia
Hingga terkadang manusia rela menjadi makhluk yang paling bodoh
Tak pernah mengerti apa itu cinta sejati dan cinta palsu
Cinta sejatikah jika kita mencintai seseorang
Tapi sesorang itu tidak bisa kita miliki?
Dan cinta palsukah jika kita berusaha mencintai seseorang
Yang sebenarnya tak kita cintai?
Tidakkah itu sebuah kemunafikkan??
Cinta....jika benar bukan sebuah kebodohan
Tolong tunjukkan padaku semua kekuatanmu
Agar aku bisa menghapus semua luka
Dan rasa sakit karena kehadiran mu
Mungkin dengan begitu aku akan belajar
Untuk menjadi pintar.......

Kandas

Cerita yang ingin aku paparkan
Ku sebar luaskan
Harus rela tertutup dengan kunci berdebu
Air mata itu tak ku undang dalam kelamnya malam
Pangeran yang ingin aku kenalkan pada dunia
Harus ku bungkus dengan kalimat tanyaku
Sekali lagi, air mata itu tak ku undang dalam duka
Semua berjalan tak mengikuti keinginan
Berganti haluan dengan sendirian
Aku bisa apa dalam mengemudikan takdirku
Perahu yang ku cipta dengan penuh harapan
Terhempas badai yang tak ku tahu silsilahnya
Kandas sudah kisah sukaku pada episode ini
Hanya sejenak aku terbuai
Hanya sedikit rasa itu singgah
Ternyata aku tak mampu menggapai
Hanya bermimpi
Setegar apapun aku mencoba berdiri
Badailah yang jadi jawaban
Karena aku tak bisa
Membendung butiran air mata
Kini tak ada yang tersisa
Selain benci dan rindu di hati
Seburuk apapun kisah ini
Semua telah ku maafkan
Kandas sudah.....

Kau dan Aku

Kalau saja kau mau mengerti
Aku memang adanya begini
Tak perlu kau sesali
Semua yang telah terjadi
Andai saja kau bisa mengerti
Aku memang selalu begini
Tak perlu kau lewati
Hari-harimu bersamaku yang tak berarti
Bila kau merasa dapat menemukan kebahagiaan
Diri dengan jalan dan caramu sendiri
Usahlah kau perduli kehadiranku disini
Anggap saja semua adalah mimpi
Tatkala kau terlelap tidur di siang hari
Meski berat, ku rela melepasmu pergi
Maafkan segala sikapku yang kerap membuatmu tersakiti
Sebab aku memang adanya begini
Tapi sayang, kau tak pernah mengerti.....

Satu keyakinan

Kenapa masih ku sandarkan cinta
Pada jiwa yang tak lagi ramah
Kenapa harus ku jejakkan rasa
Pada kalbu bekumu
Kapan benar-benar kan ku sadari
Tiada lagi getar rindumu
Tuhan.....
Beri aku jalan untuk melupakannya
Beri aku pilihan untuk melalui apa yang terjadi
Ku ingin semua hanya jadi kisah
Di kenang lalu di lupakan
Usah pernah terulang episode cinta
Yang tak tergapai
Cerita yang terjadi antara dia dan aku
Aku ingin melupakan semua dari hidupku
Meski tak mudah
Tapi tetap ku yakini itu
Cepat atau lambat kau akan berlalu dari sisiku....

Sebuah Penantian

Tiap detik yang berlalu
Berjalan dengan menunggu
Kecewa terkadang datang
Ragu ciptakan gelisah hati
Saat surya pulang keperaduan
Berjuta harap kau datang
Tapi sedih yang ku dapat
Jika hadirmu hanya sesaat
Berlalulah secepatnya
Andai kasihmu hanya untukku
Tunjukkanlah semua kesungguhanmu
Pernah ku linangkan air mataku
Karena perbuatanmu
Belum kering luka di hatiku
Hanya terbalut kehadiranmu
Kau akan sembuhkan luka ini
Atau kau gores sekali lagi
Mungkin salah aku melangkah
Tapi sulit hatiku berdusta
Selalu ada cinta di hati
Namun takut luka ku berdarah lagi

Cinta dan realita

Mimpi indah tak selamanya indah
Mimpi buruk tak selamanya buruk
Yang ada hanyalah realita kehidupan
Dan hidup bukanlah sesuatu yang semu belaka
Seperti cintaku.....
Mungkin aku tak selamanya bisa mencintaimu
Meski ku tahu cinta adalah realita
Andai kau tahu aku selalu berharap
Sesuatu yang indah kan terus menari-nari
Dalam khayalku
Walau ku tahu, berjuta ilusi kian mengejarku
Tapi sekali lagi
Cintaku bukan khayalan semu
Cintaku adalah cinta realita.....

Buat sahabatku

Honey....
Aku tak tahu kapan aku pertama kali mengenalmu
Bergulirnya hari  menjadikan aku semakin dekat denganmu
Menyatu dalam jalinan indah yang begitu erat terpatri
Menyiratkan makna akan sebuah persahabatan sejati
Honey.....
Aku tak tahu kenapa kini ku rasakan sesuatu yang lain di hatiku
Ketika ketak hadiranmu membuat ruang hampa di jiwaku
Ketika kitiadaanmu menyajikan sepi di kalbuku
Mungkinkah sesuatu telah menggerogoti benakku?
Kau pangeran hatiku
Akan selalu bertakhta dalam jiwaku
Akan terus ku cintai seumur hidupku
Untuk selama-lamanya.......

Pujaan khayalan

Ku kagumi lewat sebuah khayalan
Tak tahu bertanya pada siapa dan dimanakah kamu
Hanya dapat ku tempuh lewat sebuah lamunan
Ku coba melupakanmu, namun aku tak mampu
Untuk menipu hati
Kalau telapak bisa membuka kenapa melipat jari
Ku curahkan dengan tulus perasaan padamu
Walau sebenarnya aku sadar ini terlalu konyol buatmu
Aku ingin kamu yang ku puja dan yang ku dambakan
Memberiku kebahagiaan walaupun itu sepucuk
Tapi amat bermakna bagiku
Apakah kamu tahu?
Sedahsyat apa aku menaruh cinta padamu
Ku harap kamu bukan saja seorang pujaan khayalan
Tapi mimpi yang membuahkan realita
Mungkinkah aku layak untuk kamu kasihi
Tapi bila perasaanmu tak menjawab atau lain
Maka izinkanlah cintaku tumbuh dan mengalir di pantai jiwa
Seperti mata air yang tak pernah berhenti mengalir menuju samudra
Cinta....ia memang indah dan manja
Dengan cinta bukan hanya mata namun hati
Dan lainnya bisa buta
Ku tulis ini semua khayalan untuk dirimu
Untuk ku utarakan perasaanku kepadamu
Khayalan sebuah tulisan
Dan kelak pasti aku berharap kamu mengetahuinya......

Dunia yang hilang

Saat ini aku tak tahu pada dunia mana aku berada
Ketika aku tak bisa mengayunkan langkahku dan berlari
Menjauh dari dua buah dunia yang mengikatku
Tak pernah ku sadari dunia semu yang ku ciptakan sendiri
Daiatas dunia nyataku
Melemparku pada sebuah rasa sepi
Menjamah sedikit demi sedikit bongkahan rasa tulus
Dan kejujuran yang ku miliki
Menyisakan kemunafikan yang kini
Meraja lela di ruang kosong hatiku
Menari-nari pada gelak tawa yang tersembunyi
Di balik pedih dan sakitku
Inikah aku?
Sungguh, tak bisa ku kenali lagi siapa diriku
Lembaran yang dulu putih bersih
Sekejab telah ku rubah dalam warna-warna hitam
Berbaur bersama percikan-percikan noda
Yang tergores dimasa lalu
Letih, ketika ku coba merangkak melewati
Lorong-lorong gelap tanpa setitik sinarpun menerangi
Seoalah sang mentari di luar sana begitu angkuh tuk menyapa
Inginku akhiri sudah semua cerita semu ini
Inginku kibarkan bendera kebebasan dari berjuta
Perang batin yang menyiksaku
Inginku ganti tabir penuh debu yang menyelimutiku
Dan inginku dapatkan kembali dunia milikku
Namun, terlanjurku terpuruk dalam jurang kepalsuan
Terjal dan tak mungkin bisa ku daki
Hingga kini ku hanya bisa mendesis dalam rintihku
Aku....telah benar-benar kehilangan dunia nyataku!